Posted by: chaer3 | October 19, 2010

Indikator Best Practice dalam Proyek Pegembangan Kapasitas Pemerintahan Daerah

Pengembangan pendokumentasian Best Practice dalam implementasi Proyek SCBD, karena menyangkut pelaksanaan proyek dan kinerja sehari-hari Pemda, harus menggunakan model penilaian yang berbasis pada indikator best practice yang sedikitberbeda namun memiliki prinsip yang sama. Tabel di bawah ini memperlihatkan penggunaan indicator dalam melakukan pendokumentasian dalam kerangka pelaksanaan Proyek SCBD.

  1. Inovatif : Perubahan berupa terobosan yang dapat terlihat dan tidak diatur dalam Juklak sebelumnya, Menunjukkan perubahan inovatif yang dapat dilihat dari kondisi sebelum dan sesudahnya dan belum diatur pelaksanaannya dalam Juklak/Juknis, elemen utamanya adalah Inovatif, dan mempunyai dua indikator: Terdapat perubahan kondisi yang nyatasetelah injeksi aktivitas dan memecahkan masalah yang dihadapi sebelumnya.
  2. Partisipatif : Merupakan keputusan bersama seluruh pihak yang terlibat dalam proyek, Melibatkan stakeholders dalam setiap tahap penentuan prioritas dan pengambilan keputusan pelaksanaan proyek, elemen utamanya adalah partisipasi,yang mempunyai indicator- indicator sebagai berikut: bukan merupakan produk individual, berbasis pada kesepakatan bersama, memenuhi kebutuhan pemerintah daerah, dan menyelesaikan masalah.
  3. Bermanfaat bagi masyarakat : Memiliki tujuan kolektif untuk melaksanakan proyek secara lebih efektif dan eisien, Memiliki tujuan kolektif untuk melaksanakan proyek se-efektif dan se-efisien mungkin, elemen utama dari poin tiga ini adalah memberikan keuntungan bagi pemerintah daerah secara khusus dan masyarakat secara umum, yang terdiri indicatorindikator sebagai berikut: seminimal mungkin menggunakan anggaran proyek, mengutamakan kemitraan dalam pembiayaan, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
  4. Berdampak positif : Memberikan dampak kelancaran pelaksanaan proyek, Memberi dampak ppositif pada akselerasi implementasi proyek, dengan elemen utamanya adalah dampak positif, terdiri dari indicator-indikator yaitu, multiplying pada penyelesaian kegiatan-kegiatan proyek, multiplying pada efisiensi anggaran,multiplying Pada inovasi kegiatan-kegiatan terobosan.
  5. Berkelanjutan : Diberikannya payung hukum atas prakarsa-prakarsa baru sehingga menjadi bagian integral dengan proyek, Menjamin terbangunnya proses dinamika yang keberlanjutan dan menjadi pemicu bagi perubahan setiap pelaksanaan proyek. Elemen utamanya adalah sustainable yang terdiri dari indicator-indikator sebagai berikut, yaitu jaminan hokum(peraturan perundang undangan), jaminan dukungan pembiayaan, dan jaminan terlaksananya kegiatan-kegiatan inovasi lainnya.
  6. Dapat ditiru : Memungkinkan untuk diterapkan di Daerah lain yang memiliki masalah dan kondisi yang serupa, Memungkinkan untuk di-replikasikan/ditransfer di/ke daerah lain yang memiliki masalah dan kondisi yang serupa. Elemen utamanya adalah transferable yang indikatornya adalah generalitas karakteristik wilayah, generalitas kasus,dan generalitas pelaksanaan.
  7. Lesson Learn : Teridentifikasi pelajaran inti yang dapat diangkat dan dipelajari untuk membangun sebuah perubahan, teridentifikasi kunci keberhasilan sebagai pelajaran yang dapat dipelajari untuk membangun sebuah perubahan. Elemen utamanya adalah kunci keberhasilan yang indikatornya adalah komitment untuk belajar, komitmen untuk menerapkan inovasi, komitmen untuk mengembangkan inovasi.



Responses

  1. Bagus pak artikelnya…cuma perlu dirapikan sedikit formatnya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: