Posted by: chaer3 | October 21, 2010

Pemerintah Rumuskan Kerangka Pengembangan Kapasitas Daerah

Jakarta | Wed 19 May 2010

Mengingat pentingnya peningkatan kapasitas daerah dalam rangka pencapaian tujuan otonomi daerah pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri saat ini sedang menyusun kerangka nasional pengembangan kapasitas daerah untuk mendukung desentralisasi. Rencananya, rumusan kerangka nasional pengembangan kapasitas daerah ini dalam waktu akan diserahkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk disahkan melalui Peraturan Presiden (Perpres).

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan peningkatan kapasitas merupakan inti dari suksesnya pencapaian otonomi daerah, yakni peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan publik yang berkualitas dan peningkatan daya saing daerah.

“Perlu kesepahaman nasional bahwasanya peningkatan kapasitas daerahmerupakan agenda besar yang membutuhkan perhatian kita semua,” kata Gamawan Fauzi saat membuka rembuk nasional peningkatan kapasitas untuk desentralisasi yang diikuti gubernur, bupati, dan wali kota di Jakarta, Selasa (18/5).

Peningkatan kapasitas daerah, kata Gamawan Fauzi, tentu akan mendukung pencapaian tujuan pembangunan, baik lokal maupun nasional. Saat ini setidaknya sekitar Rp400 triliun anggaran dikelola daerah secara nasional. “Dari jumlah itu bisa kita bayangkan berapa kemajuan yang akan dicapai daerah,” kata Gamawan Fauzi.

Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan selama ini kinerja pembangunan di daerah-daerah belum merata. Oleh karena itu dibutuhkan suatu percepatan dan tindakan khusus terutama bagi daerah-daerah tertentu untuk mengejar ketertinggalannya. Salah satu instrumen yang dapat dilakukan adalah melalui pengembangan kapasitas daerah.

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengatakan seiring perjalanan otonomi daerah belum semua daerah mampu mempraktikkan otonomi sesuai tujuan idealnya. “Daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam tidak otomatis mampu menyejahterakan masyarakatnya, sebab daerah kaya pada umumnya kerap terjangkiti penyakit lambannya pertumbuhan ekonomi daerah karena ternina-bobokan oleh kekayaannya,” ujarnya. (SS)

Sumber: http://www.jurnalnasional.com/show/newspaper?rubrik=Politik%20-%20Hukum%20-%20Keamanan&berita=131444&pagecomment=1


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: